Kenapa harus belajar menulis? (Diatas kertas) 

Kenapa ada keinginan untuk menulis dan ketika itu pula muncul rasa malas untuk menulis.

    Tadi, setelah aku melihat sedikit cuplikan video yang aku lihat di handphone pemberian Allah kepadaku. Aku dapat mengambil pelajaran bahwa, ketika kita ingin menulis dengan tulisan yang bagus adalah :

    1. Banyak menulis huruf-huruf. Misal :

    Belum bagus juga sih tulisan saya 😀

    2. Ketika menulis juga tidak terlalu menempel di garis. Akan tetapi agak mumbul (Jawa) sedikit.
    Itu saja sih yang dapat saya ambil pelajaran dari video tersebut 😃

      Belajar Bersabar, Camping Kuttab Al Fatih Surabaya (bahagian 1 :D)

      IMG_20170920_053905_HDR.jpg

      Pada tanggal 19-20 September yang bertepatan hari Selasa dan Rabu Kuttab Al Fatih Surabaya sedang mengadakan acara perdananya, yaitu Camping. Perdana karena memang inilah yang pertama sekalipun sudah memasuki tahun kedua. untuk semester ini dilakukan di daerah yang tidak jauh dari Surabaya, tepatnya di   Kwarcab Surabaya yang terletak di kecamatan Jambangan, dekat masjid Agung Surabaya.

      berangkat pukul 08.00 dari Masjid Ummul Mu’minin , kami berkendara dengan 4 macam kendaran yang berbeda santri ikhwan dengan truk TNI AL, santri akhwat dengan mobil Kol, sebagian asatidz dengan motor, dan satu ustadz dengan sepeda onthel.

       

      Karena nikmat Allah, perjalanan hanya kami tempuh sekitar setengah jam saja. sesampai disana langsung kami bariskan seluruh santri untuk pembukaan acara, pembacaan Tatib Camping, kudapan dan pengenalan medan. juga tak lupa mengenalkan panggilan peluit, yang mana setiap santri mendengar peluit panjang tiga kali seperti ini “priiiiit, priiiit, priiiiit” maka seluruhnya harus mendatangi sumber suara. kecuali sedang sholat dan BAB atau yang semisalnya.

      IMG_20170919_141401.jpg
      Tatib Camping

      setelelah menerangkan dan berusaha memahamkan kepada santri beberapa hal, sekarang waktunya untuk mendirikan tenda. namun sayang sekali saya tidak sempat mengambil foto pada sesi yang seru ini 😮

      setelah makan siang, kami ingin melatih santri untuk latihan baris-berbaris sederhana yang dengannya kami berharap kepada Allah agar mereka lebih mudah diatur ketika sedang bebaris, dan agar bisa menjadi asbab mereka mudah tidur siang :), sudah tahu kan? betapa tidak mudah meminta anak kecil untuk tidur siang, padahal kalau sudah usia 20 ke atas tidur siang adalah nikmat yang dirindukan.

      Luruskan Barisan

      Okay, skip kegiatan menjelang maghrib ya…

      sudah menjadi ajaran yang mulia bahwa mentafakkuri ciptaan Allah adalah suatu keharusan. melalui makhluk Allah yang bernama Syafaq, kami belajar adab-adab bila datang waktu maghrib.

      http://alwaritsy.blogspot.co.id/2014/04/
      Syafaq

      Bakda Isya’ waktunya belajar meneladani sifat dan sikap Umar bin Khattab ketika menjadi Khalifah

      pada sesi ini anak-anak kami ajak untuk meneladani sifat Umar r.a, kami ajak anak-anak melatih sikap kepedulian dan kasih sayang kepada sesama, dengan meniru perbuatan Umar ketika malam. Yaitu, mengecek keaadan rakyat yang dibawah tanggungannya. Pada sesi ini kami bermain drama 2 ustadz sebagai seorang yang miskin dan mempunyai anak yang sakit parah, dan 2 ustadzah sebagai seorang ibu yang memasak batu untuk “membujuk” anaknya yang kelaparan.

      disini saya tidak bisa mengambil foto,karena saya harus menjadi “artis” dengan berpura-pura menjadi anak yang sakit dan ustadz Abdullah sebagai ayah yang tidak mempunyai uang untuk mengobati anaknya yang sakit.

      beberapa santri mulai datang menghampiri kami yang “sedang kesakitan dan kesusahan” dengan expresi yang berbeda-beda. ada yang bilang “ayo teman-teman kita bantu dengan makanan yang kita punya dan kita doakan semoga anaknya diberi kesembuhan oleh Allah” lantas mereka memberikan makanan mereka kepada kami dan memberika air yang sudah dibacakan Al Fatihah. ada juga yang nyeletuk “lho ustadz Khafid lho sehat tadi…” :D, ya ini kan pura-pura :D.

      kemudian setelah mereka ke tempat anak yang sakit, para santri melanjutkan perjalanan selanjutnya yang mereka belum tahu pelajaran berharga apalagi yang mereka dapatkan.

      ditempat yang kedua, anak-anak bertemu dengan dua orang wanita, yaitu seorang ibu dan putrinya. rupanya putri dan ibu ini sedang dilanda kelaparan yang hebat, putrinya menangis kelaparan sementara ibu tidak memiliki apapun yang dapat dimasak dan dimakan.

      akhirnya tidak ada yang bisa dilakukan ibu dan anakanya yang tinggal jauh masuk ke ilalang, kecuali hanya memasak air dan batu sebagai bujukan kepada anaknya. lagi-lagi disini anak-anak dilatih kepekaan sosialnya, beberapa mereka menyisihkan makanan untuk diberikan kepada putri yang kelaparan dan ibu yang kesusahan.

      insya Allah ada kelanjutannya

      Post pertama kali di wordpress.com

      Bismillah….

      Itulah pertama yang ku ucapkan, rencana blog ini untuk menceritakan alur hidup saya dan cara-cara yang biasa saya gunakan ketika menemukan suatu masalah.

      2017, disaat yang lainnya sudah canggih dengan blog blog keren dan berjuta manfaat. Aku benar-benar memulai dari nol putul (dari nol). Tidak ada basis SMK jurusan komputer atau internet atau apalah yang aku kurang paham.

      Tapi itu lebih baik daripada aku tidak memulai sama sekali.

      Khafiduddin Ali